<script data-ad-client="ca-pub-9467897005503563" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> biologycal science: aparatus golgi

Rabu, 25 September 2019

aparatus golgi


MAKALAH BIOLOGI SEL DAN MOLEKULER
“ APARATUS GOLGI “

DOSEN PENGAMPU
RIKSAN KURNIATUHADI, S.Si, M.Si
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3

AMAT RIBUT                                  H1041151047
NOVA                                                H1041151057
RARA GANESHA                           H0141151090
LILI MEISIA                                   H1041151067
EMILIA KONTESA                        H1041151078




Image result for logo untan

PROGRAM STUDI BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2016


KATA PENGANTAR


Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat, hidayah dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul  “ Aparatus Golgi “ ini dengan  tepat waktu.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Biologi Sel Dan Molekuler dengan dosen pengampu Rikhsan Kurniatuhadi, S.Si, M.Si. Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini jauh dari kesempurnaan. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan maupun khususnya bagi mahasiswa.

Pontianak, 28 Juni 2016

Penulis





Daftar Isi











BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

         Kemajuan pengatahuan tentang sel telah menghasilkan perubahan-perubahan azasi dalam pengertian struktur sel. Sekarang ini kita hidup dalam zaman biologi molekuler yang merupakan ilmu yang mempelajari bentuk, susunan, dan kedudukan molekul-molekul yang menyusun sistem seluler sebagai suatu kesatuan. Pengetahuan modern tentang makhluk hidup menunjukkan adanya suatu kombinasi tingkat organisasi yang semuanya dihimpun dengan menghasilkan kehidupan organisme.
         Sel terdiri dari organel-organel sel yang masing-masing memiliki tugas khusus. Dalam sitoplasma terdapat adanya berbagai bangunan atau struktur yang pada mulanya dapat diketahui dengan jelas tentang fungsi dan asalnya. Salah satu organel sel yang memiliki tugas yang tak kalah penting tersebut adalah Aparatus Golgi (sering juga disebut aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 Aparatus Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan Aparatus Golgi.
         Bila dibandingkan dengan kehidupan nyata yang ada saat ini maka Aparatus Golgi bisa dikatakan sebagai pengepak tercanggih yang pernah ada. Sebab pengepakan yang dilakukannya telah dirancang sedemikian sistematis dan terarah dan menimbulkan hubungan yang dinamis dengan kerja organela sel lainnya. Melihat pentingnya fungsi Aparatus Golgi yang dikenal sebagai organel sekretori ini, maka makalah ini dibuat sehingga bisa mengetahui lebih jauh mengenai aparatus golgi terutama dalam fungsinya yang berkaitan dengan ‘pengepakan’ molekul-molekul untuk sekresi sel.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun masalah-masalah yang akan dibahas didalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.1.1        Bagaimana sejarah ditemukannya aparatus Golgi ?
1.1.2        Apakah yang dimaksud dengan aparatus Golgi ?
1.1.3        Bagaimana struktur aparatus Golgi ?
1.1.4        Apakah fungsi dari aparatus Golgi ?
1.1.5        Apakah enzim-enzim yang terdapat didalam aparatus Golgi ?

1.3 Tujuan

Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang sel, khususnya bagian organelnya yang bernama Aparatus Golgi. Adapun tujuan tersebut ialah :
1.3.1        Agar mengetahui sejarah ditemukannya aparatus Golgi.
1.3.2        Untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan aparatus Golgi.
1.3.3        Untuk mengetahui bagaimana struktur aparatus Golgi.
1.3.4        Supaya mengerti dan mengetahui fungsi dari aparatus Golgi.
1.3.5        Untuk mengetahui enzim-enzim yang terdapat didalam aparatus Golgi
1.3.6        Pemenuhan tugas kuliah Biologi Sel dan Molekuler.







BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Sejarah Ditemukannya Aparatus Golgi

Seorang ilmuan bernama Camilo golgi (1891) awalnya menemukan struktur seperti jala pada sitoplasma sel saraf kucing,Camilo golgi mewarnai sel saraf kucing dengan osnium tetraoksida dan garam perak sebelum ditemukan reticulum endoplasma. Ia menamakannya “the internal reticular apparatus”. Dengan zat tersebut, golgi dapat menemukan jala tersebut, terletak sekitar inti dan berwarna kuning gelap. Belakangan ini, beberapa ahli sitologi yang mempergunakan pewarnaan lain dapat melihat organel yang sama, bukan saja pada sel saraf, tetepi juga pada sel jaringan lain.
Perrincito (1910) mengemukakan, organel itu terdiri dari sekelompok diktiosom (jalinan). Selama 50 tahun aparatus golgi masih diperdebatkan,  para peneliti melihat , pada sel kelenjar aparatus golgi dapat berubah sesuai dengan aktivitas organnya. Ada juga ahli sitologi berpendapat, bahwa aparatus golgi berkaitan dengan sintesa protein.
Mollenhauer dkk(1967) menemukan lebih terinci dan definitive ultra struktur organel ini. Pada tahun 1898, ahli histology Italia menemukan adanya zat seperti jala dalam sitoplasma sel-sel dalam jaringan yang difiksasi dalam larutan bikromat dan kemudian diberi garam perak. Berdasarkan gambaran ini, Golgi memberi nama struktur ini apparatus retikularis dalam dari sel. Nama ini kemudian diubah menjadi aparatus Golgi, karena bangunan ini tidak selalu membentuk jala-jala. Dengan mikroskop electron, belakangan tampak bahwa organel terdiri atas beberapa struktur yang dibatasi membrane yang mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, karena itu lebih sering disebut dengan kompleks golgi.
Selama 50 tahun aparatus golgi masih diperdebatkan, apakah suatu struktur yang riil atau hanya artefak. Artefak ialah suatu struktur sekunder yang timbul karena reagen atau pewarnaaan dan tak terdapat dalam sel atau jarigan hidup. Para peneliti melihat, pada sel kelenjar aparatus golgi dapat berubah sesuai dengan aktivitas organnya. Sampai akhir tahun 1949 dinyatakan, bahwa aparatus golgi adalah betul artefak, sebab ditemukan gambaran yang sama jika diwarnai dengan teknik resapan logam berat atau campuran lemak dan air. Ada juga ahli sitologi berpendapat, bahwa aparatus golgi berkaitan dengan sintesa protein.
Aparatus Golgi terdapat pada semua jenis sel, tetapi tidak tampak pada sel hidup, kecuali digunakan mikroskop fase kontras dan bangunan ini tidak berwarna pada sajian histologist rutin. Namun, aparatus Golgi mampu mereduksi garam-garam logam, misalnya  garam osmium dan perak, yang merupakan dasar untuk pengamatan apparatus dengan cara Golgi yang asli, atau setelah beberapa hari difiksasi dalam osmium tetroksida. Tempatnya dalam sel kadang-kadang dikenali dalam sajian histologis rutin, misalnya dengan pewarnaan HE berbentuk zona kecil, jernih dekat inti sel disebut bayang-bayang Golgi negative. Bayangan Golgi ini jelas terlihat pada sel-sel dimana apparatus Golgi yang tidak berwarna berlainan dengan sitoplasma basofil sekelilingnya, misalnya pada osteoblas dan plasmasel.
Apparatus Golgi sering terdapat dekat inti dank has terutama di tepi sentrosom, dengan sentriol terletak dalam cekungan apparatus Golgi. Pada sel-sel sekretoris, apparatus Golgi terletak antara inti dan apeks sel yaitu tempat hasil sekresi sel dilepaskan. Pada sel-sel jenis lainnya tanpa polarisasi aktifitas sekretoris, mungkin membentuk struktur seperti jala mengelilingi inti, seperti ditemukan oleh Golgi pada sel-sel       saraf.
Mikroskop elektron tampak berkaitan dengan apparatus Golgi beberapa kantong gepeng yamg dibatasi membrane yaitu sakulus yang tersusun dalam bentuk tumpukan. Tumpukan demikian biasanya berisi 3-7 sakulus, tiap sakulus sering sedikit berdilatasi di perifer dan selain itu sedikit melengkung. Karena itu, tumpukan tersebut mempunyai permukaan yang cembung menghadap inti sel dan cekung yang menghadap permukaan luar sel. Sisterna yang terletak paling dalam tampak mempunyai sejumlah lubang atau fenestrasi   (fenestra = jendela), sedangkan sakulus yang paling atas pada tumpukan mempunyai fenestra sepanjang tepinya. Selain itu, dekat permukaan yang cekung, lumen sakulus sangat melebar.

2.2 Pengertian Aparatus Golgi

Aparatus Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 aparatus Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan aparatus Golgi. Aparatus golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom. Aparatus Golgi atau Aparatus Golgi dijumpai pada hampir semua sel  tumbuhan dan hewan. Pada sel tumbuhan, Aparatus Golgi  disebut diktiosom.
Aparatus Golgi tersebar Aparatus Golgi dan RE mempunyai hubungan erat  dalam sekresi protein sel. Di depan telah dikatakan bahwa  RE menampung dan menyalurkan protein ke Golgi. Golgi  mereaksikan protein itu dengan glioksilat sehingga terbentuk  glikoprotein untuk dibawa ke luar sel. Oleh karena hasilnya  disekresikan itulah maka Golgi disebut pula sebagai organel secretor.
Kompleks (aparat) Golgi telah diketahui ahli mikroskop jauh sebelum penemuan mikroskop electron. Pada sajian mikroskop cahaya yang di dalam dengan garam perak, terlihat aparat Golgi sebagai bangunan kecil berbentuk tidak teratur biasanya dekat inti. Dengan mikroskop electron terlihat aparat  ini terdiri atas membrane serupa yang terdapat pada reticulum endoplasma lain. Membrane-membran itu membentuk dinding sejumlah kantung gepeng yang bertumpuk. Di bagian tepi kantung ini menyatu dengan vesikel-vesikel bulat kecil.
Kompleks Golgi berkaitan erat dengan pembentukan beberapa produk sekresi, terutama yang mengandung karbohidrat. Unsure protein produk ini dibuat di reticulum endoplasma kasar. dalam sitoplasma dan merupakan  salah satu komponen terbesar dalam sel. Antara aparatus Golgi  satu dengan yang lain berhubungan dan membentuk struktur  kompleks seperti jala. Aparatus golgi sangat penting bagi sel sekresi.
Pada kompleks Golgi ditambahkan karbohidrat pada protein, membentuk kompleks karbohidrat-protein. Kompleks ini dibentuk di dalam sisterna aparat Golgi. Mereka bergerak ke tepi sisterna, memisahkan diri dari kompleks Golgi karena terkumpul dalam vakuol sekresi bermembran. Membrane kompleks Golgi menjadi tempat melekatnya enzim yang berhubungan dengan pembuatan karbohidrat. Lisosom dapat juga dihasilkan di kompleks Golgi.

2.3 Struktur Aparatus Golgi

Aparatus Golgi (A. Golgi) terdiri dari setumpuk kantong pipih tersusun dari membran yang serupa dengan mebran sel. Berbeda dengan RE pada membran A. Golgi, ribosom tidak dijumpai di ruangana antara dan diseputar membran, baik membran dalam maupun luar. Jadi semuanya agranular (Sumadi dan Maryanti, 2007). Telah terbukti pula kini, bahwa organel ini dijumpai dalam hampir semua jenis sel hewan dan tumbuhan. Aparatus golgi terdiri dari 3 komponen (Yatim, 1996):
1.    Sisterna
2.    Vesikula
3.    Vakuola
Sisterna merupakan bangunan dasar, yang menjadi ciri aparatus golgi. Terdiri dari sekitar 5 lempeng sisterna yang sejajar melengkung bentuk piala. Tiap sisterna berupa kantung gepeng tertekuk. Bagian tepi tiap sisterna biasanya menggembung dan berlobang-lobang. Di bagian tepi itu ada pembuluh yang menghubungkan semua sisterna sesamanya. Daerah tepi itu juga memiliki tonjolan-tonjolan, yang akan lepas membentuk vesikula-vesikula, atau mungkin juga akan membentuk sisterna baru. Bagian sisterna disebut juga bagian sakula atau diktiosom (Yatim, 1996).
Sisterna bentuknya pipih tapi sedikit menggembung pada pinggirnya. Di sekitar sisterna terdapat vesikel-vesukel yang terbesar dengan berbagai ukuran, beberapa diantaranya bertunas dari atau berdifusi degan bagian tepi dari sisterna baik kantong pipih maupun vesikel-vesikel terdapat diseputar A. Golgi pada umumyan mengandung senyawa yang konsentrasinya pekat dan padat. Senyawa ini terdiri dari protein atau glikoprotein yang bergarak di antara sisterna-sisterna golgi  menuju ke membran sel lisosom atau vakuola pada sel tumbuhan (Sumadi dan Maryanti, 2007).
Aparatus golgi memiliki polaritas yang jelas, dengan membran sisterne pada ujung-ujung yang berlawanan merupakn suatu tumpukan yang berbeda ketebalan dan komposisis molekulernya (Campbell, 2002). Bagian vesikula terdapat di bawah (sebelah ke dalam  sel) bagian cisternae, sedangkan bagian vakuola berada di atas (sebelah ke puncak sel). Kedua bagian ini (vesikula dan vakuola), terdiri dari banyak gembung. Isi setiap vesikula lebih terang daripada isi vakuola. Isi vakuola sudah bahan sekresi (getahan). (ada juga yang menyebut vesikula untuk vakuola) (Yatim, 1996).
Bagian vesikula tumbuh dari retikulum endoplasma atau selaput inti. Makin dekat ke bagian cisternae vesikula bergabung membentuk cisterna baru; cisterna sebelah atas sementara itu pecah-pecah menjadi vakuola-vakuola yang berisi bahan sekresi. Karena itu aparatus golgi tumbuh terus menerus dari bawah (Yatim, 1996).
Aparatus Golgi biasanya berasosiasi dengan RE Kasar, bukan menyatu utuh tetapi terpisah oleh jarak yang sempit, dan vesikel-vesikel protein. Vesikel ini disebut dengan vesikel transisi atau peralihan. Beberapa dari vesikel yang muncul dari RE tersebut bergabung dengan sisterna golgi yang paling dekat, sehingga terjadi pengangkutan protein dengan vesikel transisi dari RE Kasar ke A. Golgi Golgi. Sisi dari A. Golgi yang menghadap RE dikenal dengan nam cis atau daerah pembentukan, sedangkan daerah yang berlawanan disebut trans atau daerah pemasakan.
Disini vesikel muncul dan berdifusi dengan vesikel yang lebih besar. Vesikel yang berisi senyawa-senyawa imature yang berasal dari REK akan bergerak dari cis melalui sisterna-sisterna menuju ke daerah trans untuk kemudian meninggalkan sisterna dalam keadaan senyawa-senyawa yang dikandungnya dalam keadaan mature atau siap disekresikan senyawa tersebut akan disismpan di dalam vesikel sekrettori, lisosom atau tetap disimpan di dalam vesikel. Sepanjang perjalanan ini senyawa-senyawa imature ini akan dimatangkan atau jika perlu disortir oleh enzim-enzim yang terdapat di A. Golgi (Sumadi dan Marianti, 2007).
Muka cis biasanya terletak di dekat RE. Vesikula transport mremindahkan materi dari RE ke golgi. Vesikula yang bertunas dari RE akan menambah membrannya dan kandungan lumen (rongga)-nya ke muka cis dengan bergabung (berdifusi denganmembran Golgi. Muka trans menghasilakn vesikula yang akan tercabut dan pindah ke tempat lain (Campbell, 2002). Aparatus golgi juga menerima protein yang berasal dari luar sel. Protein tersebut masuk dengan car aendosistosis selanjutnya akan masuk atau bersatu dengana sisterna A. golgi (Sumadi dan Marianti, 2007).
Analisisi kimia Golgi menunjukkan bahwa senyawa yang terdapat di aparatus golgi serupa dengan senyawa yang berada di membran sel maupun RE. Senyawa tersebut misalnya fosfolipid dan lemak netral, protein yang terdiri dari glikoprotein, mukoprotein, dan enzim. Tranfase glikosil adalah enzim yang banyak terdapat di A. Golgi (Sumadi dan Marianti, 2007).
Dalam struktur A. Golgi ternyata jumlah dan keaktifan suatu senyawa berbeda-beda. Dengan teknik sitokimia insitu, tampak bahewa di dalam lumen sisterna terdapat polisakarida yang semakin ke arah trans kadarnya semakin tinggi. Demikian pula aktivitas enzim fosfat berbeda untuk setiap sisterna, makin ke arah trans menunjukkan aktivitasnya yang semakin giat. Kajian histokimia menunjukkan bahwa setiap sisterna mengandung enzim yang berbeda-beda (Sumadi dan Marianti, 2007).

2.4 Fungsi Aparatus Golgi

Fungsi utama dari aparat Golgi bertanggung jawab untuk menangani makromolekul yang diperlukan untuk fungsi sel yang tepat. Ini proses dan paket makromolekul ini untuk digunakan dalam sel atau sekresi. Terutama, aparatus Golgi memodifikasi protein yang diterima dari retikulum endoplasma kasar, namun juga mengangkut lipid ke bagian penting dari sel dan menciptakan lisosom. Sebagai bagian dari sel eukariotik, aparatus Golgi bekerja berbarengan dengan sistem endomembrane.
Penelitian secara insitu terhadap morfologi dan sitokimia A. Golgi menenjukkan bahwa A. Golgi terlibat dalam berbagai kegiatan sel antar lain (Sumadi dan Marianti, 2007):
1.      Glikolisis
Proses glikolisis sendiri sebenarnya telah diwalai sejak dari RE di golgi sifatnya hanya menyempurnakan saja. Proses glikolisis berlangsung dengan cara dan tempat yang bervariasi. Pengemasan protein maupun lipid berkarbohidrat dapat terjadi di (1) RE saja, (2) diawali di RE untuk kemudian dilanjutkan di golgi atau (3) hanya terjadi di golgi saja. Sebgaai contoh glikolisilasi tiroglobin oleh epitelium tiroid, imunoglobin oleh plasmosit, musin oleh sel goblet intersitinal pengemasannya terkadi di RE untuk kemudian dilanjutkan di A. golgi. Sedangkan glikolisasi protolkolagen di fibroblast, lipoprotein plasmatik oleh hepatosit, sintesis pektin dan hemiselulosa hanya terjadi di A. Golgi.
2.      Menyiapkan Sekret untuk Sekresi Sel
Proses sekresi sebenarnya sudah dimulai sejak dari RE tempat terjadinya sistesis protein. Protein-protein yang terbebtuk akan dipisah-pisahkan ke dalam lumen RE sesuai tujuannya. Dari sini protein tersebut akan diangkat ke daerah cis A. golgi oleh vesikuli pengangkut. Kemudin akan terjadi pemindahan protein-protin tersebu dari daerah cis menuju daerah trans A. golgi. Di derah trans ini protein-protein tersebut akan dipilah=pilah dan dikemas. Dalam artian untuk disempurkan sehingga siap disekresikan, misalny adengan memperpendek rantai polipepetida, dengan enzim-enzim tertentu, atau menambah dengan senywawa-senyawa tertentu. Kemudian setiap macam protein atau glikoprotein ditunaskan dalam bentuk vesikuli sekretoris untuk ditimbun sampai ada isyarat untk disekresikan.
Sel-sel yang berfungsi sekretori, untuk proses sekresinya harus menunggu isyarat dari luar. Vesikel sekretoris berasal dari pertunasan pada sisterna golgi daerah trans, untuk pembentukannya melibatkan selubung protein yang disebut klatirin. Klatirin akan terlepas di saat vesikel telah masak (mature). Begitu ada isyarat untuk sekresi maka pensekresian senyawa-senyawa yang terkandung di dalam vesikuli sekretoris akan dikeluarkan ke lingkungan ekstrasel dengan cara eksositosis. Pada proses ini akan terjadi peleburan antara selaput vesikuli sekretoris dengan membran sel. Sehingga senyawa-senyawa penyusun membran vesikuli sekretoris akan menjadi komponen penyususn membran sel.
3.      Reparasi membran sel
Membran sel yang rusak akan direparasi atau dipulihkan dengan menggunakan vesikel-vesikel dari A. golgi. Vesikel pengangkut dirangsang untuk melebur dengan membran sel setelah meninggalkan A. golgi secara kontinyu.. protein bermembran dan lipid membran vesikel ini akan menjadi protein dan lipid baru bagi membran sel, sedangkan protein yang diangkut vesikula disekresikan ke ruang antar sel.
4.      Pembentuk senyawa penyususn dinding sel
Ketika terjadi sitokinesis pada pembelahan sel tumbuhan aka aterbentuk matriks yang merupakan kumpulan mikrotubulus kutub di tengah bidng pembelahan yang memisahkan kedua inti yang sudah terbenyuk. Di matriks tersebut terdapat banyak vesikel-vesikel yang berisi bahan baku dinding sel yaitu pektin, selulosa, hemiselulosa dan sebagainya yan berasal dari A. golgi atau biasa disebut diktiosom untuk sel tumbuhan. Matriks dan senyawa-senyawa tersebut akan melebur di antara dua buah inti di daerah mikrotubula kutub untuk membentuk dinding sel primer. Dinding sel primer yang terbentuk akan terus disuplai dengan bahan-bahanpembentuk dindidng sel yang dikemas dalam vesikuli untuk selanjutnya timbuh menjadi dinding sel sekunder.
5.      Pembentukan akrosom
Aparatus golgi berperan dalam pembentukan akrososm, yaitu tudung pada spermatozoon. Tudung akrososm ini berasal dari fusi vesikel A. golgi. Fungsi dari tudung akrosom adalah melisiskan membran sel telur (ovum) pada saat fertilisasi. Karena berisi enzim hidrolitik Hialuronidase. Ada 3 fungsi utama aparatus golgi (Yatim, 1996): a. Sekresi , b. Sintesa , c. Produksi
Protein yang akan disekresi atau glikoprotein yang telah disintesa dalam RE, masuk aparatus golgi lewat vesikula-vesikula yang tumbuh dan lepas di ujung-ujung RE dan yang dekat dengan aparatus golgi. Pembentukan vesikula diawali dengan ternbentuknya gembungan berupa kuncup dii bagian ujung RE atau juga di membran luar selaput inti. Gembungan ini lepas, menjadi vesikula. Vesikula bergabung-gabung membentuk cisternae. Di dalam cisternae protein atau glikoprotein itu diproses lagi. Lau dibungkus-bungkus kecil dalam vakuola atau vesikula sekresi. Proses pembentukan vakuola ini kebalikan halnya dari pemebentukan cisternae dari vesikula. Ialah dngan terbentuknya gembungan-gembungan di ujung cisternae teratas, lepas-lepas menjadi gelembung atau vakuola. Vakula ini sudah berisi bahan sekresi.
Bahan sekresi dalam vakuola disekresi dengan cara eksositosis, kebalikan dari endositosis. (ekso= luar, endo= dalam, sitosis= proses kelur masuk zat lewat pecahan membran sel). Fagositosis dan pinositosis tergolong endositosis. Jamieson dan Palade (1967) menyuntik marmot dengan leusin-H3 (asam amino yang mengandung isotop hidrogen, asam amino ini nanti jadi bahan sintesa protein). Kemudian perjalanan zat radioaktif itu diobservasi pada sel kelenjar pankreas. Setelah 5 menit dapt ditemuka (dilabel) pada REK; setelh 20 menit hanya dapat dilabel pada RE yang dekat dngan aparatus golgi; lalu ada juga pada cisternae. Setelah satu jam butiran zimogen (protein, enzim belum aktif dapat dilabel dalam vakuola. Pengeluaran butiran zimogen dari sel terjadi 4  jam setelah disuntikkan.
Aparatus golgi juga bekerja mensintsa zat, yakni polisakarida, seperti tampak pada sel goblet (sel penggetah lendir yang banyak terdapat dalam saluran pencernaan, pernafasan, dan kelamin) usus besar tikus. Penelitian ini dilakukan oleh Netra dan Leblond (1966). Setelah 5 menit disuntik dengan glukosa-H3 secara intraperitonial (lewat rongga perut), maka zat radioaktif ini dapat dilabel dalam cisternae; 20 menit kemudian berada dalam cisternae sebelah atas dan vakuola. Setelah 40 menit zat radioaktif tak ada lagi dalam cisternae, hanya dalam vakuola di puncak sel.
Prosedur serupa telah dikerjakan pula oleh Haddad dkk (1971), dengan menyuntikkan fukosa- H3 (fukosa adalah semacam gula monosakarida) terhadap kelenjar tiroid. Setelah 5 menit zat radioaktif terlihat pada cisternae aparatus golgi sel kelenjar itu. Penelitian ini menunjukkan bahwa polisakarida disintesa juga dalam cisternae aparatus golgi. Polisakarida disentesa dari glukosa, galaktosa atau fukosa. Sulfasi, yakni penambahan sulfat, dan penggabungan polisakarida degan protein menjadi glikoprotein, juga terjadi dalam aparatus golgi. Michaels dan Leblond (1976) menemukan dengan teknik autoradiografi di ats dan dengan melihatnya di bawah mikroskop elektron, bahwa aparatus golgi berfungsi pula unntuk proses glikolisis. Artinya memasukkan gugusan gula yang kompleks, seperti manosa dan asam siaparatus ke bagian ujung polisakarida.
Fungsi ketiga aparatus golgi ialah sebagai pemroduksi. Yang diproduksi ialah lisososm dan membran sel. Penelitian dilalkukan denganmemakai asam amino yang mengandung bahan radioaktif pula.dari teknik autoradiografi ini dapat dibuktikan, bahwa sintesa polipeptida dan lipoprotein terjadi di RE. Sedangkan polisakaridanya dalam aparatus golgi.
Setelah beberapa lama suntikan asam aminoyang berisotop itu, glikoprotein tampak bermigrasi ke bagian puncak sel di samping membran plasma serat lisosom. Pada sel batang usus besar glikoprotein terdapat di daeraah puncak sel, berasal dari cisternae aparatus golgi, kemudian ke vakuolanya. Vakuola ini membawanya ke permukaan sel. Akhirnya vakuola bersatu dengn membran plasma sehingga glikoprotein bergabung dngan membran plasma itu (Michaels dan Leblond, 1976).
Lisosom diproduksi oleh aparatus golgi. Emzim-enzim hirolisa yang bakal mengisi lisosom diproduksi dalam RE. Kemudian dialirkan ke cisternae RE yang dekat dengan aparatus golgi, menumpuk di ujung-ujung, membentuk kuncup, gembung, lalu gembungan berisi enzim itu lepas menjadi vesikula-vesikula. Vesikula menggabung sesama membentuk cisternae aparatus golgi. Di dalamnya enzim-enzim itu diproses dan dimatangkan, dialirkan ke bagian ujung-ujung cisterna sebelah atas, terbentuk kuncup, gembung, lepas, menjadi vakuola-vakuola yang sudah berisi enzim-enzim hidrolisa. Sekarang vakuola itu disebut lisosom primer. Kalu lisosom primer itu bergabung dengan fagosom (yakni vakuola yang ternentuk oleh fagositosis suatu zat atau bahan dari luar sel), ia menjadi lisosom sekunder. Dalam lisosom sekunder inilah terjadi pencernaan zat atau bahan.

2.5 Enzim yang Terdapat Didalam Aparatus Golgi

Pada aparatus golgi banyak ditemukan enzim yang bersifat heterogen. Enzim-enzim pada aparatus golgi yaitu : Glikosil transferasa yang berfungsi untuk biosintesis glikoprotein, Sulfo dan gliosil transferase yang berfungsi untuk biosintesis, glikolipida, oksidoreduktase, Fosfatasa , Kenase, Mamnosidase, Transferase yang berfungsi untuk sintesis fosfolipida, Fosfolifase, Sialitransferase, UDP-Galaktosa: N-Asetilglukosamin galaktosil transferase, Glikoprotein: Galaktosiltransferase,UDP-N-asetilglukosamin-glikoprotein-N,asetil glukosaminil transferase, Galaktoterebroside sulfotransferase, CPM-NANA laktosil siramide sialitransferase, CPM-NANA: GM1 sialitransferase, CPM-NAN : GM3 sialitransferase, UDP-Galaktosa : GM2 galaktosil transferase, UDP-GalNac: GM3 N-asetil glukosaminil, Oksidireduktase, NADH sitokrom c reduktase, NADH sitokrom reduktase, Fosfatase, 5’ nukleotidase, Adenosin trifosfatase, Tiamin pirofosfatase, Kinase, Kasein fosfokinase, Lysolesitin asil transferase, Gliserolfosfat fosfatidil transferase, Fosfolipase A1, dan Fosfolipase A2.
Para ahli mencoba menemukan enzim tanda pada aparatus golgi, dengan cara melihat aktivitas enzim-enzim pada organel dan membandingkannya. Dari hasil penelitian ternyata glikosiltransferase merupakan enzim tanda pada aparatus golgi. Enzim ini sebaai katlisator transfer glukosa dari carier UDP ke protein yang sesuai. Para peneliti menemukan bahwa setengah dari seluruh aktivitas glikosil transferase pada sel terjadi pada aparatus golgi. Adanya enzim tanda pada aparatus golgi dapat dipakai untuk membedakan  aparatus golgi dari organel-organel lain. Selain memiliki enzim tanda, aparatus golgi juga memiliki perbedaan komposisi pada lipidanya. Komposisi lemak pada aparatus golgi memiliki sifat intermediate. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aparatus golgi merupakan organel transisi diantara dua organel lain, yaitu retikulum endoplasma dan membrane plasma.





BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian makalah diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.         Camillo Golgi (1898) menemukan struktur seperti jala pada sitoplasma sel saraf. Ia menamakannya “the internal reticular apparatus. Perrincito (1910) mengemukakan, organel itu terdiri dari sekelompok diktiosom (artinya, jalinan). Sampai akhir tahun 1949 dinyatakan, bahwa aparatus golgi adalah betul artefak, sebab ditemukan gambaran yang sama jika diwarnai dengan teknik resapan logam berat atau campuran lemak dan air.
2.         Aparatus golgi terdiri dari 3 komponen: Cisternae, Vesikula, dan Vakuola
3.         Fungsi-fungsi Aparatus Golgi yakni: Glikolisisi, Menyiapkan sekret untuk sekresi sel, Reparasi membran sel, Pembentuk senyawa penyususn dinding sel, dan Pembentuk akrosom. Ada 3 fungsi utama aparatus golgi yakni: Sekresi, Sintesa, dan Produksi.
4.         Aparatus golgi dibedakan juga atas kekutubannya. Kutub bawah, yang dekat dengan inti atau RE disebut forming face, sedang kutub atas yang dekat PL disebut maturing face.
5.         Enzim-enzim yang terdapat pada Aparatus golgi yakni: Glikosil transferasa yang berfungsi untuk biosintesis glikoprotein, Sulfo dan gliosil transferase yang berfungsi untuk biosintesis, glikolipida, oksidoreduktase, Fosfatasa , Kenase, Mamnosidase, Transferase yang berfungsi untuk sintesis fosfolipida , Fosfolifase, Sialitransferase, UDP-Galaktosa: N-Asetilglukosamin galaktosil transferase, Glikoprotein: Galaktosiltransferase, UDP-N-aseti lglukosamin-glikoprotein-N, asetil glukosaminil transferase, Galaktoterebroside sulfotransferase, CPM-NANA laktosil siramide sialitransferase, CPM-NANA: GM1 sialitransferase, CPM-NAN : GM3 sialitransferase, UDP-Galaktosa : GM2 galaktosil transferase, UDP-GalNac: GM3 N-asetil glukosaminil, Oksidireduktase, NADH sitokrom c reduktase, NADH sitokrom reduktase, Fosfatase, 5’ nukleotidase, Adenosin trifosfatase, Tiamin pirofosfatase, Kinase, Kasein fosfokinase, Lysolesitin asil transferase, Gliserolfosfat fosfatidil transferase, Fosfolipase A1, dan Fosfolipase A2.


DAFTAR PUSTAKA:

Baroroh, Nurul. 2015. Morfologi Aparatus Golgi Dan Enzim-Enzim Penyusunnya. (Online) diakses pada tanggal 28 juni 2016, http://barorohnurul.blogspot.co.id/2015/05/aparatus-golgi-dan-enzim-enzim.html
Campbell, 2002. Biologi Jilid 1 Edisi 5. Jakarta: Erlangga
Kimbal, J. W. 1990. Biologi. Jakarta: Erlangga
Sumadi, Dan Marianti, Aditya. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta: Graha Ilmu
Taufik, Ardiyanto. 2011. Makalah Aparatus Golgi. (Online) diakses pada tanggal 28 juni 2016, http://taufik-ardiyanto.blogspot.co.id/2011/07/makalah-aparatus-golgi.html
Yatim, Wildan. 1996. Biologi Sel. Bandung: Tarsito





0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda