aparatus golgi
MAKALAH BIOLOGI SEL DAN MOLEKULER
“ APARATUS GOLGI “
DOSEN PENGAMPU
RIKSAN KURNIATUHADI, S.Si, M.Si
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3
AMAT
RIBUT H1041151047
NOVA H1041151057
RARA
GANESHA H0141151090
LILI
MEISIA H1041151067
EMILIA KONTESA H1041151078
PROGRAM
STUDI BIOLOGI
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
TANJUNGPURA
2016
KATA PENGANTAR
Puji
Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa karena atas rahmat, hidayah dan karunia-Nya penulis
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Aparatus Golgi “ ini dengan tepat waktu.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas
mata kuliah Biologi Sel Dan Molekuler
dengan dosen pengampu Rikhsan Kurniatuhadi, S.Si, M.Si. Harapan kami
semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar
menjadi lebih baik lagi.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun
makalah ini jauh dari kesempurnaan. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami
yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.. Semoga makalah
ini bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan
maupun khususnya bagi mahasiswa.
Pontianak, 28 Juni 2016
Penulis
Daftar
Isi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan pengatahuan tentang sel telah menghasilkan
perubahan-perubahan azasi dalam pengertian struktur sel. Sekarang ini kita
hidup dalam zaman biologi molekuler yang merupakan ilmu yang mempelajari
bentuk, susunan, dan kedudukan molekul-molekul yang menyusun sistem seluler
sebagai suatu kesatuan. Pengetahuan modern tentang makhluk hidup menunjukkan
adanya suatu kombinasi tingkat organisasi yang semuanya dihimpun dengan
menghasilkan kehidupan organisme.
Sel
terdiri dari organel-organel sel yang masing-masing memiliki tugas khusus. Dalam
sitoplasma terdapat adanya berbagai bangunan atau struktur yang pada mulanya
dapat diketahui dengan jelas tentang fungsi dan asalnya. Salah satu organel sel
yang memiliki tugas yang tak kalah penting tersebut adalah Aparatus Golgi
(sering juga disebut aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah
organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat
dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir
di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan
fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 Aparatus Golgi, sedangkan sel
tumbuhan memiliki hingga ratusan Aparatus Golgi.
Bila dibandingkan dengan kehidupan nyata yang ada saat ini
maka Aparatus Golgi bisa dikatakan sebagai pengepak tercanggih yang pernah ada.
Sebab pengepakan yang
dilakukannya telah dirancang sedemikian sistematis dan terarah dan menimbulkan
hubungan yang dinamis dengan kerja organela sel lainnya. Melihat
pentingnya fungsi Aparatus Golgi yang dikenal sebagai organel sekretori ini,
maka makalah ini dibuat sehingga bisa mengetahui lebih jauh mengenai aparatus
golgi terutama dalam fungsinya yang berkaitan dengan ‘pengepakan’
molekul-molekul untuk sekresi sel.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun
masalah-masalah yang akan dibahas didalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.1.1
Bagaimana sejarah ditemukannya aparatus
Golgi ?
1.1.2
Apakah yang dimaksud dengan aparatus
Golgi ?
1.1.3
Bagaimana struktur aparatus Golgi ?
1.1.4
Apakah fungsi dari aparatus Golgi ?
1.1.5
Apakah enzim-enzim yang terdapat didalam
aparatus Golgi ?
1.3 Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk
mengetahui lebih dalam tentang sel, khususnya bagian organelnya yang bernama Aparatus
Golgi. Adapun tujuan tersebut ialah :
1.3.1
Agar mengetahui sejarah ditemukannya aparatus
Golgi.
1.3.2
Untuk mengetahui apakah yang dimaksud
dengan aparatus Golgi.
1.3.3
Untuk mengetahui bagaimana struktur aparatus
Golgi.
1.3.4
Supaya mengerti dan mengetahui fungsi
dari aparatus Golgi.
1.3.5
Untuk mengetahui enzim-enzim yang
terdapat didalam aparatus Golgi
1.3.6
Pemenuhan tugas kuliah Biologi Sel dan
Molekuler.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah
Ditemukannya Aparatus Golgi
Seorang ilmuan bernama
Camilo golgi (1891) awalnya menemukan struktur seperti jala pada sitoplasma sel
saraf kucing,Camilo golgi mewarnai sel saraf kucing dengan osnium tetraoksida
dan garam perak sebelum ditemukan reticulum endoplasma. Ia menamakannya “the
internal reticular apparatus”. Dengan zat tersebut, golgi dapat menemukan jala tersebut,
terletak sekitar inti dan berwarna kuning gelap. Belakangan ini, beberapa ahli
sitologi yang mempergunakan pewarnaan lain dapat melihat organel yang sama,
bukan saja pada sel saraf, tetepi juga pada sel jaringan lain.
Perrincito (1910)
mengemukakan, organel itu terdiri dari sekelompok diktiosom (jalinan). Selama
50 tahun aparatus golgi masih diperdebatkan, para peneliti melihat , pada
sel kelenjar aparatus golgi dapat berubah sesuai dengan aktivitas organnya. Ada
juga ahli sitologi berpendapat, bahwa aparatus golgi berkaitan dengan sintesa
protein.
Mollenhauer dkk(1967)
menemukan lebih terinci dan definitive ultra struktur organel ini. Pada tahun
1898, ahli histology Italia menemukan adanya zat seperti jala dalam sitoplasma
sel-sel dalam jaringan yang difiksasi dalam larutan bikromat dan kemudian
diberi garam perak. Berdasarkan gambaran ini, Golgi memberi nama struktur ini
apparatus retikularis dalam dari sel. Nama ini kemudian diubah menjadi aparatus
Golgi, karena bangunan ini tidak selalu membentuk jala-jala. Dengan mikroskop
electron, belakangan tampak bahwa organel terdiri atas beberapa struktur yang
dibatasi membrane yang mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, karena
itu lebih sering disebut dengan kompleks golgi.
Selama 50 tahun aparatus golgi masih
diperdebatkan, apakah suatu struktur yang riil atau hanya artefak. Artefak
ialah suatu struktur sekunder yang timbul karena reagen atau pewarnaaan dan tak
terdapat dalam sel atau jarigan hidup. Para peneliti melihat, pada sel kelenjar
aparatus golgi dapat berubah sesuai dengan aktivitas organnya. Sampai akhir
tahun 1949 dinyatakan, bahwa aparatus golgi adalah betul artefak, sebab
ditemukan gambaran yang sama jika diwarnai dengan teknik resapan logam berat
atau campuran lemak dan air. Ada juga ahli sitologi berpendapat, bahwa aparatus
golgi berkaitan dengan sintesa protein.
Aparatus Golgi terdapat
pada semua jenis sel, tetapi tidak tampak pada sel hidup, kecuali digunakan
mikroskop fase kontras dan bangunan ini tidak berwarna pada sajian histologist
rutin. Namun, aparatus Golgi mampu mereduksi garam-garam logam, misalnya
garam osmium dan perak, yang merupakan dasar untuk pengamatan apparatus dengan
cara Golgi yang asli, atau setelah beberapa hari difiksasi dalam osmium
tetroksida. Tempatnya dalam sel kadang-kadang dikenali dalam sajian histologis
rutin, misalnya dengan pewarnaan HE berbentuk zona kecil, jernih dekat inti sel
disebut bayang-bayang Golgi negative. Bayangan Golgi ini jelas terlihat pada
sel-sel dimana apparatus Golgi yang tidak berwarna berlainan dengan sitoplasma
basofil sekelilingnya, misalnya pada osteoblas dan plasmasel.
Apparatus Golgi sering terdapat dekat inti dank has terutama di tepi sentrosom, dengan sentriol terletak dalam cekungan apparatus Golgi. Pada sel-sel sekretoris, apparatus Golgi terletak antara inti dan apeks sel yaitu tempat hasil sekresi sel dilepaskan. Pada sel-sel jenis lainnya tanpa polarisasi aktifitas sekretoris, mungkin membentuk struktur seperti jala mengelilingi inti, seperti ditemukan oleh Golgi pada sel-sel saraf.
Apparatus Golgi sering terdapat dekat inti dank has terutama di tepi sentrosom, dengan sentriol terletak dalam cekungan apparatus Golgi. Pada sel-sel sekretoris, apparatus Golgi terletak antara inti dan apeks sel yaitu tempat hasil sekresi sel dilepaskan. Pada sel-sel jenis lainnya tanpa polarisasi aktifitas sekretoris, mungkin membentuk struktur seperti jala mengelilingi inti, seperti ditemukan oleh Golgi pada sel-sel saraf.
Mikroskop
elektron tampak berkaitan dengan apparatus Golgi beberapa kantong gepeng yamg
dibatasi membrane yaitu sakulus yang tersusun dalam bentuk tumpukan. Tumpukan
demikian biasanya berisi 3-7 sakulus, tiap sakulus sering sedikit berdilatasi
di perifer dan selain itu sedikit melengkung. Karena itu, tumpukan tersebut
mempunyai permukaan yang cembung menghadap inti sel dan cekung yang menghadap
permukaan luar sel. Sisterna yang terletak paling dalam tampak mempunyai sejumlah
lubang atau fenestrasi (fenestra = jendela), sedangkan sakulus yang
paling atas pada tumpukan mempunyai fenestra sepanjang tepinya. Selain itu,
dekat permukaan yang cekung, lumen sakulus sangat melebar.
2.2 Pengertian Aparatus
Golgi
Aparatus Golgi (disebut
juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang
dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan
menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel
eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi
ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 aparatus
Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan aparatus Golgi. Aparatus
golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom. Aparatus Golgi atau Aparatus
Golgi dijumpai pada hampir semua sel tumbuhan dan hewan. Pada sel
tumbuhan, Aparatus Golgi disebut diktiosom.
Aparatus Golgi tersebar
Aparatus Golgi dan RE mempunyai hubungan erat dalam sekresi protein sel.
Di depan telah dikatakan bahwa RE menampung dan menyalurkan protein ke
Golgi. Golgi mereaksikan protein itu dengan glioksilat sehingga
terbentuk glikoprotein untuk dibawa ke luar sel. Oleh karena
hasilnya disekresikan itulah maka Golgi disebut pula sebagai organel
secretor.
Kompleks (aparat) Golgi telah diketahui ahli mikroskop jauh sebelum penemuan mikroskop electron. Pada sajian mikroskop cahaya yang di dalam dengan garam perak, terlihat aparat Golgi sebagai bangunan kecil berbentuk tidak teratur biasanya dekat inti. Dengan mikroskop electron terlihat aparat ini terdiri atas membrane serupa yang terdapat pada reticulum endoplasma lain. Membrane-membran itu membentuk dinding sejumlah kantung gepeng yang bertumpuk. Di bagian tepi kantung ini menyatu dengan vesikel-vesikel bulat kecil.
Kompleks (aparat) Golgi telah diketahui ahli mikroskop jauh sebelum penemuan mikroskop electron. Pada sajian mikroskop cahaya yang di dalam dengan garam perak, terlihat aparat Golgi sebagai bangunan kecil berbentuk tidak teratur biasanya dekat inti. Dengan mikroskop electron terlihat aparat ini terdiri atas membrane serupa yang terdapat pada reticulum endoplasma lain. Membrane-membran itu membentuk dinding sejumlah kantung gepeng yang bertumpuk. Di bagian tepi kantung ini menyatu dengan vesikel-vesikel bulat kecil.
Kompleks Golgi
berkaitan erat dengan pembentukan beberapa produk sekresi, terutama yang
mengandung karbohidrat. Unsure protein produk ini dibuat di reticulum
endoplasma kasar. dalam sitoplasma dan merupakan salah satu komponen
terbesar dalam sel. Antara aparatus Golgi satu dengan yang lain
berhubungan dan membentuk struktur kompleks seperti jala. Aparatus golgi
sangat penting bagi sel sekresi.
Pada
kompleks Golgi ditambahkan karbohidrat pada protein, membentuk kompleks
karbohidrat-protein. Kompleks ini dibentuk di dalam sisterna aparat Golgi.
Mereka bergerak ke tepi sisterna, memisahkan diri dari kompleks Golgi karena
terkumpul dalam vakuol sekresi bermembran. Membrane kompleks Golgi menjadi
tempat melekatnya enzim yang berhubungan dengan pembuatan karbohidrat. Lisosom
dapat juga dihasilkan di kompleks Golgi.
2.3 Struktur Aparatus
Golgi
Aparatus Golgi (A. Golgi) terdiri dari setumpuk
kantong pipih tersusun dari membran yang serupa dengan mebran sel. Berbeda
dengan RE pada membran A. Golgi, ribosom tidak dijumpai di ruangana antara dan
diseputar membran, baik membran dalam maupun luar. Jadi semuanya agranular
(Sumadi dan Maryanti, 2007). Telah terbukti pula kini, bahwa organel ini
dijumpai dalam hampir semua jenis sel hewan dan tumbuhan. Aparatus golgi
terdiri dari 3 komponen (Yatim, 1996):
1. Sisterna
2. Vesikula
3. Vakuola
Sisterna merupakan bangunan dasar, yang menjadi ciri aparatus
golgi. Terdiri dari sekitar 5 lempeng sisterna yang sejajar melengkung bentuk
piala. Tiap sisterna berupa kantung gepeng tertekuk. Bagian tepi tiap sisterna
biasanya menggembung dan berlobang-lobang. Di bagian tepi itu ada pembuluh yang
menghubungkan semua sisterna sesamanya. Daerah tepi itu juga memiliki
tonjolan-tonjolan, yang akan lepas membentuk vesikula-vesikula, atau mungkin
juga akan membentuk sisterna baru. Bagian sisterna disebut juga bagian sakula atau diktiosom (Yatim, 1996).
Sisterna bentuknya pipih
tapi sedikit menggembung pada pinggirnya. Di sekitar sisterna terdapat
vesikel-vesukel yang terbesar dengan berbagai ukuran, beberapa diantaranya
bertunas dari atau berdifusi degan bagian tepi dari sisterna baik kantong pipih
maupun vesikel-vesikel terdapat diseputar A. Golgi pada umumyan mengandung
senyawa yang konsentrasinya pekat dan padat. Senyawa ini terdiri dari protein
atau glikoprotein yang bergarak di antara sisterna-sisterna golgi menuju ke membran sel lisosom atau vakuola
pada sel tumbuhan (Sumadi dan Maryanti, 2007).
Aparatus golgi memiliki
polaritas yang jelas, dengan membran sisterne pada ujung-ujung yang berlawanan
merupakn suatu tumpukan yang berbeda ketebalan dan komposisis molekulernya
(Campbell, 2002). Bagian vesikula terdapat di bawah (sebelah ke dalam sel) bagian cisternae, sedangkan bagian vakuola
berada di atas (sebelah ke puncak sel). Kedua bagian ini (vesikula dan
vakuola), terdiri dari banyak gembung. Isi setiap vesikula lebih terang
daripada isi vakuola. Isi vakuola sudah bahan sekresi (getahan). (ada juga yang
menyebut vesikula untuk vakuola) (Yatim, 1996).
Bagian vesikula tumbuh
dari retikulum endoplasma atau selaput inti. Makin dekat ke bagian cisternae
vesikula bergabung membentuk cisterna baru; cisterna sebelah atas sementara itu
pecah-pecah menjadi vakuola-vakuola yang berisi bahan sekresi. Karena itu aparatus
golgi tumbuh terus menerus dari bawah (Yatim, 1996).
Aparatus Golgi biasanya
berasosiasi dengan RE Kasar, bukan menyatu utuh tetapi terpisah oleh jarak yang
sempit, dan vesikel-vesikel protein. Vesikel ini disebut dengan vesikel
transisi atau peralihan. Beberapa dari vesikel yang muncul dari RE tersebut
bergabung dengan sisterna golgi yang paling dekat, sehingga terjadi
pengangkutan protein dengan vesikel transisi dari RE Kasar ke A. Golgi Golgi.
Sisi dari A. Golgi yang menghadap RE dikenal dengan nam cis atau daerah pembentukan, sedangkan daerah yang berlawanan
disebut trans atau daerah
pemasakan.
Disini vesikel muncul
dan berdifusi dengan vesikel yang lebih besar. Vesikel yang berisi
senyawa-senyawa imature yang
berasal dari REK akan bergerak dari cis
melalui sisterna-sisterna menuju ke daerah trans untuk kemudian meninggalkan sisterna dalam keadaan
senyawa-senyawa yang dikandungnya dalam keadaan mature atau siap disekresikan senyawa tersebut akan disismpan di
dalam vesikel sekrettori, lisosom atau tetap disimpan di dalam vesikel.
Sepanjang perjalanan ini senyawa-senyawa imature
ini akan dimatangkan atau jika perlu disortir oleh enzim-enzim yang
terdapat di A. Golgi (Sumadi dan Marianti, 2007).
Muka cis biasanya terletak di dekat RE.
Vesikula transport mremindahkan materi dari RE ke golgi. Vesikula yang bertunas
dari RE akan menambah membrannya dan kandungan lumen (rongga)-nya ke muka cis
dengan bergabung (berdifusi denganmembran Golgi. Muka trans menghasilakn vesikula yang akan tercabut dan pindah ke
tempat lain (Campbell, 2002). Aparatus golgi juga menerima protein yang berasal
dari luar sel. Protein tersebut masuk dengan car aendosistosis selanjutnya akan
masuk atau bersatu dengana sisterna A. golgi (Sumadi dan Marianti, 2007).
Analisisi kimia Golgi
menunjukkan bahwa senyawa yang terdapat di aparatus golgi serupa dengan senyawa
yang berada di membran sel maupun RE. Senyawa tersebut misalnya fosfolipid dan
lemak netral, protein yang terdiri dari glikoprotein, mukoprotein, dan enzim.
Tranfase glikosil adalah enzim yang banyak terdapat di A. Golgi (Sumadi dan
Marianti, 2007).
Dalam struktur A. Golgi ternyata jumlah dan keaktifan suatu
senyawa berbeda-beda. Dengan teknik sitokimia insitu, tampak bahewa di dalam
lumen sisterna terdapat polisakarida yang semakin ke arah trans kadarnya
semakin tinggi. Demikian pula aktivitas enzim fosfat berbeda untuk setiap
sisterna, makin ke arah trans menunjukkan aktivitasnya yang semakin giat.
Kajian histokimia menunjukkan bahwa setiap sisterna mengandung enzim yang
berbeda-beda (Sumadi dan Marianti, 2007).
2.4 Fungsi Aparatus Golgi
Fungsi utama dari aparat Golgi
bertanggung jawab untuk menangani makromolekul yang diperlukan untuk fungsi sel
yang tepat. Ini proses dan paket makromolekul ini untuk digunakan dalam sel
atau sekresi. Terutama, aparatus Golgi memodifikasi protein yang diterima dari retikulum
endoplasma kasar, namun juga mengangkut lipid ke bagian penting dari sel dan
menciptakan lisosom. Sebagai bagian dari sel eukariotik, aparatus Golgi bekerja
berbarengan dengan sistem endomembrane.
Penelitian secara insitu terhadap morfologi dan sitokimia
A. Golgi menenjukkan bahwa A. Golgi terlibat dalam berbagai kegiatan
sel antar lain (Sumadi dan Marianti, 2007):
1. Glikolisis
Proses glikolisis sendiri sebenarnya telah
diwalai sejak dari RE di golgi sifatnya hanya menyempurnakan saja. Proses
glikolisis berlangsung dengan cara dan tempat yang
bervariasi. Pengemasan protein maupun lipid berkarbohidrat dapat terjadi di (1)
RE saja, (2) diawali di RE untuk kemudian dilanjutkan di golgi atau (3) hanya
terjadi di golgi saja. Sebgaai contoh glikolisilasi tiroglobin oleh epitelium
tiroid, imunoglobin oleh plasmosit, musin oleh sel goblet intersitinal
pengemasannya terkadi di RE untuk kemudian dilanjutkan di A. golgi. Sedangkan
glikolisasi protolkolagen di fibroblast, lipoprotein plasmatik oleh hepatosit,
sintesis pektin dan hemiselulosa hanya terjadi di A. Golgi.
2.
Menyiapkan Sekret untuk Sekresi Sel
Proses sekresi sebenarnya sudah dimulai sejak
dari RE tempat terjadinya sistesis protein. Protein-protein yang terbebtuk akan
dipisah-pisahkan ke dalam lumen RE sesuai tujuannya. Dari sini protein tersebut
akan diangkat ke daerah cis A. golgi oleh vesikuli pengangkut. Kemudin akan
terjadi pemindahan protein-protin tersebu dari daerah cis menuju daerah trans
A. golgi. Di derah trans ini protein-protein tersebut akan dipilah=pilah dan
dikemas. Dalam artian untuk disempurkan sehingga siap disekresikan, misalny
adengan memperpendek rantai polipepetida, dengan enzim-enzim tertentu, atau
menambah dengan senywawa-senyawa tertentu. Kemudian setiap macam protein atau
glikoprotein ditunaskan dalam bentuk vesikuli sekretoris untuk ditimbun sampai
ada isyarat untk disekresikan.
Sel-sel
yang berfungsi sekretori, untuk proses sekresinya harus menunggu isyarat dari
luar. Vesikel sekretoris berasal dari pertunasan pada sisterna golgi daerah
trans, untuk pembentukannya melibatkan selubung protein yang disebut klatirin.
Klatirin akan terlepas di saat vesikel telah masak (mature). Begitu ada
isyarat untuk sekresi maka pensekresian senyawa-senyawa yang terkandung di
dalam vesikuli sekretoris akan dikeluarkan ke lingkungan ekstrasel dengan cara
eksositosis. Pada proses ini akan terjadi peleburan antara selaput vesikuli
sekretoris dengan membran sel. Sehingga senyawa-senyawa penyusun membran vesikuli
sekretoris akan menjadi komponen penyususn membran sel.
3. Reparasi membran sel
Membran sel yang rusak
akan direparasi atau dipulihkan dengan menggunakan vesikel-vesikel dari A.
golgi. Vesikel pengangkut dirangsang untuk melebur dengan membran sel setelah
meninggalkan A. golgi secara kontinyu.. protein bermembran dan lipid membran
vesikel ini akan menjadi protein dan lipid baru bagi membran sel, sedangkan
protein yang diangkut vesikula disekresikan ke ruang antar sel.
4. Pembentuk senyawa penyususn dinding sel
Ketika
terjadi sitokinesis pada pembelahan sel tumbuhan aka aterbentuk matriks yang
merupakan kumpulan mikrotubulus kutub di tengah bidng pembelahan yang
memisahkan kedua inti yang sudah terbenyuk. Di matriks tersebut terdapat banyak
vesikel-vesikel yang berisi bahan baku dinding sel yaitu pektin, selulosa,
hemiselulosa dan sebagainya yan berasal dari A. golgi atau biasa disebut
diktiosom untuk sel tumbuhan. Matriks dan senyawa-senyawa tersebut akan melebur di antara dua
buah inti di daerah mikrotubula kutub untuk membentuk dinding sel primer.
Dinding sel primer yang terbentuk akan terus disuplai dengan bahan-bahanpembentuk
dindidng sel yang dikemas dalam vesikuli untuk selanjutnya timbuh menjadi
dinding sel sekunder.
5. Pembentukan akrosom
Aparatus golgi berperan
dalam pembentukan akrososm, yaitu tudung pada spermatozoon. Tudung akrososm ini
berasal dari fusi vesikel A. golgi. Fungsi dari tudung akrosom adalah
melisiskan membran sel telur (ovum) pada saat fertilisasi. Karena berisi enzim
hidrolitik Hialuronidase. Ada 3 fungsi utama aparatus golgi (Yatim, 1996): a. Sekresi , b. Sintesa , c. Produksi
Protein
yang akan disekresi atau glikoprotein yang telah disintesa dalam RE, masuk aparatus
golgi lewat vesikula-vesikula yang tumbuh dan lepas di ujung-ujung RE dan yang
dekat dengan aparatus golgi. Pembentukan vesikula diawali dengan ternbentuknya
gembungan berupa kuncup dii bagian ujung RE atau juga di membran luar selaput
inti. Gembungan ini lepas, menjadi vesikula. Vesikula bergabung-gabung
membentuk cisternae. Di dalam cisternae protein atau glikoprotein itu diproses
lagi. Lau dibungkus-bungkus kecil dalam vakuola atau vesikula sekresi. Proses
pembentukan vakuola ini kebalikan halnya dari pemebentukan cisternae dari
vesikula. Ialah dngan terbentuknya gembungan-gembungan di ujung cisternae
teratas, lepas-lepas menjadi gelembung atau vakuola. Vakula ini sudah berisi
bahan sekresi.
Bahan sekresi dalam
vakuola disekresi dengan cara eksositosis, kebalikan dari endositosis. (ekso=
luar, endo= dalam, sitosis= proses kelur masuk zat lewat pecahan membran sel).
Fagositosis dan pinositosis tergolong endositosis. Jamieson dan Palade (1967)
menyuntik marmot dengan leusin-H3 (asam amino yang mengandung isotop
hidrogen, asam amino ini nanti jadi bahan sintesa protein). Kemudian perjalanan
zat radioaktif itu diobservasi pada sel kelenjar pankreas. Setelah 5 menit dapt
ditemuka (dilabel) pada REK; setelh 20 menit hanya dapat dilabel pada RE yang
dekat dngan aparatus golgi; lalu ada juga pada cisternae. Setelah satu jam
butiran zimogen (protein, enzim belum aktif dapat dilabel dalam
vakuola. Pengeluaran butiran zimogen dari sel terjadi 4 jam setelah disuntikkan.
Aparatus golgi juga
bekerja mensintsa zat, yakni polisakarida, seperti tampak pada sel goblet (sel
penggetah lendir yang banyak terdapat dalam saluran pencernaan, pernafasan, dan
kelamin) usus besar tikus. Penelitian ini dilakukan oleh Netra dan Leblond
(1966). Setelah 5 menit disuntik dengan glukosa-H3 secara
intraperitonial (lewat rongga perut), maka zat radioaktif ini dapat dilabel
dalam cisternae; 20 menit kemudian berada dalam cisternae sebelah atas dan
vakuola. Setelah 40 menit zat radioaktif tak ada lagi dalam cisternae, hanya
dalam vakuola di puncak sel.
Prosedur serupa telah
dikerjakan pula oleh Haddad dkk (1971), dengan menyuntikkan fukosa- H3 (fukosa
adalah semacam gula monosakarida) terhadap kelenjar tiroid. Setelah 5 menit zat
radioaktif terlihat pada cisternae aparatus golgi sel kelenjar itu. Penelitian
ini menunjukkan bahwa polisakarida disintesa juga dalam cisternae aparatus
golgi. Polisakarida disentesa dari glukosa, galaktosa atau fukosa. Sulfasi,
yakni penambahan sulfat, dan penggabungan polisakarida degan protein menjadi
glikoprotein, juga terjadi dalam aparatus golgi. Michaels dan Leblond (1976)
menemukan dengan teknik autoradiografi di ats dan dengan melihatnya di bawah
mikroskop elektron, bahwa aparatus golgi berfungsi pula unntuk proses
glikolisis. Artinya memasukkan gugusan gula yang kompleks, seperti manosa dan
asam siaparatus ke bagian ujung polisakarida.
Fungsi ketiga aparatus
golgi ialah sebagai pemroduksi. Yang diproduksi ialah lisososm dan membran sel.
Penelitian dilalkukan denganmemakai asam amino yang mengandung bahan radioaktif
pula.dari teknik autoradiografi ini dapat dibuktikan, bahwa sintesa polipeptida
dan lipoprotein terjadi di RE. Sedangkan polisakaridanya dalam aparatus golgi.
Setelah beberapa lama
suntikan asam aminoyang berisotop itu, glikoprotein tampak bermigrasi ke bagian
puncak sel di samping membran plasma serat lisosom. Pada sel batang usus besar
glikoprotein terdapat di daeraah puncak sel, berasal dari cisternae aparatus
golgi, kemudian ke vakuolanya. Vakuola ini membawanya ke permukaan sel.
Akhirnya vakuola bersatu dengn membran plasma sehingga glikoprotein bergabung
dngan membran plasma itu (Michaels dan Leblond, 1976).
Lisosom diproduksi oleh aparatus golgi. Emzim-enzim hirolisa yang
bakal mengisi lisosom diproduksi dalam RE. Kemudian dialirkan ke cisternae RE
yang dekat dengan aparatus golgi, menumpuk di ujung-ujung, membentuk kuncup,
gembung, lalu gembungan berisi enzim itu lepas menjadi vesikula-vesikula.
Vesikula menggabung sesama membentuk cisternae aparatus golgi. Di dalamnya
enzim-enzim itu diproses dan dimatangkan, dialirkan ke bagian ujung-ujung
cisterna sebelah atas, terbentuk kuncup, gembung, lepas, menjadi
vakuola-vakuola yang sudah berisi enzim-enzim hidrolisa. Sekarang vakuola itu
disebut lisosom primer. Kalu lisosom primer itu bergabung dengan fagosom (yakni
vakuola yang ternentuk oleh fagositosis suatu zat atau bahan dari luar sel), ia
menjadi lisosom sekunder. Dalam lisosom sekunder inilah terjadi pencernaan zat
atau bahan.
2.5 Enzim yang Terdapat Didalam Aparatus Golgi
Pada aparatus golgi
banyak ditemukan enzim yang bersifat heterogen. Enzim-enzim pada aparatus golgi
yaitu : Glikosil transferasa yang berfungsi untuk
biosintesis glikoprotein, Sulfo dan gliosil transferase yang berfungsi untuk
biosintesis, glikolipida, oksidoreduktase, Fosfatasa , Kenase, Mamnosidase,
Transferase yang berfungsi untuk sintesis fosfolipida, Fosfolifase,
Sialitransferase, UDP-Galaktosa: N-Asetilglukosamin galaktosil transferase,
Glikoprotein: Galaktosiltransferase,UDP-N-asetilglukosamin-glikoprotein-N,asetil
glukosaminil transferase, Galaktoterebroside sulfotransferase, CPM-NANA
laktosil siramide sialitransferase, CPM-NANA: GM1 sialitransferase, CPM-NAN :
GM3 sialitransferase, UDP-Galaktosa : GM2 galaktosil transferase, UDP-GalNac:
GM3 N-asetil glukosaminil, Oksidireduktase, NADH sitokrom c reduktase, NADH
sitokrom reduktase, Fosfatase, 5’ nukleotidase, Adenosin trifosfatase, Tiamin
pirofosfatase, Kinase, Kasein fosfokinase, Lysolesitin asil transferase,
Gliserolfosfat fosfatidil transferase, Fosfolipase A1, dan Fosfolipase A2.
Para ahli mencoba
menemukan enzim tanda pada aparatus golgi, dengan cara melihat aktivitas enzim-enzim
pada organel dan membandingkannya. Dari hasil penelitian ternyata glikosiltransferase
merupakan enzim tanda pada aparatus golgi. Enzim ini sebaai katlisator transfer
glukosa dari carier UDP ke protein yang sesuai. Para peneliti menemukan bahwa
setengah dari seluruh aktivitas glikosil transferase pada sel terjadi pada aparatus
golgi. Adanya enzim tanda pada aparatus golgi dapat dipakai untuk
membedakan aparatus golgi dari
organel-organel lain. Selain memiliki enzim tanda, aparatus golgi juga memiliki
perbedaan komposisi pada lipidanya. Komposisi lemak pada aparatus golgi memiliki
sifat intermediate. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aparatus golgi merupakan
organel transisi diantara dua organel lain, yaitu retikulum endoplasma dan
membrane plasma.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian makalah diatas dapat ditarik
beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.
Camillo Golgi (1898) menemukan struktur seperti jala pada
sitoplasma sel saraf. Ia menamakannya “the internal reticular apparatus”. Perrincito (1910)
mengemukakan, organel itu terdiri dari sekelompok diktiosom (artinya,
jalinan). Sampai akhir tahun 1949 dinyatakan, bahwa aparatus golgi adalah
betul artefak, sebab ditemukan gambaran yang sama jika diwarnai dengan teknik
resapan logam berat atau campuran lemak dan air.
2.
Aparatus golgi terdiri dari 3 komponen: Cisternae, Vesikula,
dan Vakuola
3.
Fungsi-fungsi
Aparatus Golgi yakni: Glikolisisi, Menyiapkan sekret untuk sekresi sel, Reparasi membran sel, Pembentuk senyawa
penyususn dinding sel, dan Pembentuk akrosom. Ada 3 fungsi utama aparatus
golgi yakni: Sekresi, Sintesa, dan Produksi.
4.
Aparatus golgi dibedakan juga atas kekutubannya.
Kutub bawah, yang dekat dengan inti atau RE disebut forming face, sedang
kutub atas yang dekat PL disebut maturing face.
5.
Enzim-enzim yang terdapat
pada Aparatus golgi yakni: Glikosil transferasa yang berfungsi untuk
biosintesis glikoprotein, Sulfo dan gliosil transferase yang berfungsi untuk
biosintesis, glikolipida, oksidoreduktase, Fosfatasa , Kenase, Mamnosidase,
Transferase yang berfungsi untuk sintesis fosfolipida , Fosfolifase,
Sialitransferase, UDP-Galaktosa: N-Asetilglukosamin galaktosil transferase,
Glikoprotein: Galaktosiltransferase, UDP-N-aseti lglukosamin-glikoprotein-N,
asetil glukosaminil transferase, Galaktoterebroside sulfotransferase, CPM-NANA
laktosil siramide sialitransferase, CPM-NANA: GM1 sialitransferase, CPM-NAN :
GM3 sialitransferase, UDP-Galaktosa : GM2 galaktosil transferase, UDP-GalNac:
GM3 N-asetil glukosaminil, Oksidireduktase, NADH sitokrom c reduktase, NADH
sitokrom reduktase, Fosfatase, 5’ nukleotidase, Adenosin trifosfatase, Tiamin
pirofosfatase, Kinase, Kasein fosfokinase, Lysolesitin asil transferase,
Gliserolfosfat fosfatidil transferase, Fosfolipase A1, dan Fosfolipase A2.
DAFTAR PUSTAKA:
Baroroh, Nurul. 2015. Morfologi
Aparatus Golgi Dan Enzim-Enzim Penyusunnya. (Online) diakses pada tanggal 28 juni 2016, http://barorohnurul.blogspot.co.id/2015/05/aparatus-golgi-dan-enzim-enzim.html
Campbell, 2002. Biologi Jilid 1 Edisi 5. Jakarta: Erlangga
Kimbal, J. W. 1990. Biologi. Jakarta:
Erlangga
Sumadi, Dan Marianti,
Aditya. 2007. Biologi Sel.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Taufik, Ardiyanto. 2011. Makalah
Aparatus Golgi. (Online) diakses pada tanggal 28 juni 2016,
http://taufik-ardiyanto.blogspot.co.id/2011/07/makalah-aparatus-golgi.html
Yatim, Wildan. 1996. Biologi
Sel. Bandung: Tarsito


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda